Rumah Banjar adalah rumah adat dari daerah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan.
Ada banyak rumah adat suku Banjar di Kalimantan dengan filosofi dan bentuk yang berbeda-beda. Jenis rumah yang bernilai paling tinggi adalah Rumah Bubungan Tinggi yang diperuntukan untuk bangunan Dalam Sultan (kedaton) yang diberi nama Dalam Sirap. Dengan demikian, nilainya sama dengan rumah joglo di Jawa yang dipakai sebagai kedaton (istana kediaman Sultan).
Namun, seiring perkembangan zaman keberadaan rumah adat tersebut sulit ditemui. Hal ini dikarenakan kesulitan warga untuk mencari kayu (khususnya kayu besi yang disebut kayu ulin) sebagai material utama rumah adat.
Umumnya, rumah tradisional Banjar dibangun dengan beranjung, yaitu sayap bangunan yang menjorok dari samping kanan dan kiri bangunan utama, karena itulah disebut Rumah Ba'anjung (ber-anjung).
Anjung merupakan ciri khas rumah tradisional Banjar, walaupun ada pula beberapa jenis Rumah Banjar yang tidak beranjung. Rumah tradisional Banjar pada umumnya beranjung dua yang disebut Rumah Ba-anjung Dua. Walaupun kadangkala ada juga yang hanya beranjung satu. Biasanya rumah tersebut dibangun oleh pasangan suami isteri yang tidak memiliki keturunan.
Sebagaimana arsitektur tradisional pada umumnya, demikian juga rumah tradisonal Banjar berciri-ciri antara lain memiliki perlambang, memiliki penekanan pada atap, ornamental, dekoratif dan simetris.
Klik https://www.youtube.com/watch?v=eDEy3wSNTF0 untuk mengenal Rumah Banjar lewat lagu
#100katabercerita #30hariAISEIbercerita#AISEIWritingChallenge #warisanAISEI
#pendidikbercerita #Day20AISEIWritingChallenge
Tidak ada komentar:
Posting Komentar