Rabu, 10 Februari 2021

TERIMA, SADARI, PERBAIKI

 

Salam Kamis menulis, Sahabat Lage

Hari ini Kamis, 11 Pebruari 2021 mencoba jawab tantangan Kamis Menulis Lagerunal dengan 3 kata: terima, sadari, perbaiki.


Bisa dibilang curhat. Tentang hari ke 3 PTM (Pembelajaran Tatap Muka) bulan Pebruari ini di sekolah kami

Hari ini Kamis, 11 Pebruari 2021, sidak dari tim Pemantau Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka. Tim gabungan dari unsur Disdikbud Kabupaten, Diskes, Satpol PP, Satgas Desa, juga dari TNI. Namanya sidak tidak ada pemberitahuan lebih dulu. Walaupun sekolah sudah disiapkan sebelumnya sejak edaran diterima tertanggal 08 Pebruari 2021, tak urung aku cukup terkejut, karena  hari ini belum sempat lihat ke kelas-kelas. Kemarin tidak ke sekolah sebab ada keperluan menemani Pak Swami ke dokter. Pagi tadi sesampai di sekolah langsung masuk ruangan menemui tamu wali siswa.

Memang, dilihat realitas di lapangan, selalu ada kekurangan dalam pengelolaan sekolah menerapkan protokol kesehatan. Sekolah sudah berusaha melengkapi sarana yang berkaitan protokol kesehatan PTM. Menyediakan masker untuk siswa yang telah dibagikan ke masing-masing siswa. Thermogun, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sudah disediakan. Penyemprotan desinfektan untuk ruangan juga sudah dilakukan.

 


“Lebih dari 90% sudah dilaksanakan, kata salah satu anggota tim”, sambil beliau mengisi buku tamu.  Aku mengangguk saja sambil sedikit senyum. Kekurangan utamanya pada penerapan protokol kesehatan oleh siswa. 

Terima saja hasil pantauan mereka, tak perlu berargumen alasan”, pikirku. Kusadari memang begitulah keadaannya. Kami pihak sekolah sudah berusaha. Bagi kami, penerapan protokol kesehatan menghadapi kendala terkait pembiasaan. Pembiasaan pakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, tidak bisa serta merta dan hanya dilaksanakan oleh sekolah. Pembiasaan memerlukan dukungan dari orang tua, dan terlebih lagi masyarakat. Mayoritas siswa setelah pulang sekolah, sampai di rumah atau di lingkungan bermain dan tempat tinggalnya segera saja menanggalkan atribut “protokol kesehatan” yang telah dilakukannya. Jika selalu demikian, pembiasaan akan sangat panjang prosesnya sampai menjadi kebiasaan.

Walaupun demikian, sebagai pengelola sekolah dan pendidik tetap optimis. Tetap berusaha perbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi. Tetap berusaha menerapkan kebiasaan baru.

Salam Literasi

 

#11Pebruari2021KamisMenulisLagerunal

#terimasadariperbaiki

 

34 komentar:

  1. selalu harus ada perbaikan ya bu...

    BalasHapus
  2. Semangat ibu....smg d beri kemudahan kelancaran pembelajaran

    BalasHapus
  3. Terus semangat Bu! Sekolahnya luar biasa kami masih berkutat dengan tidak boleh sekolah tatap muka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekolah masa pandemi, PTM ataupun BDR, dua2nya perlu nambah power Pak.
      Terimakasih sdah berkunjung

      Hapus
  4. Bunda Hj, trimks tulisannya keren... Semoga covid. 19 cepat berlalu. Kita bisa mengajar seperti biasa, Aamiin...

    BalasHapus
  5. Hebatttt, sudah mulai tatap muka.
    Sekolah saya masih BDR,
    Tetap melaksanakan protokol kesehatan.

    BalasHapus
  6. Memang susah Bu, mengingatkan anak2 sudah dg berbagai cara, tapi tetap saja begitu. Bagi masyarakat di kampung, corona itu hanya cerita, haduuh...

    BalasHapus
  7. Yang penting sudah berusaha maksimal. Segala kekuranganitu biasa yang penting tetap memperbaiki seperti yang diharapkan.

    BalasHapus
  8. Situasi yang hampir sama dengan kondisi sekolah kami, begitu susah membiasakan anak-anak untuk selalu 3M. semoga pandemi ini segera berlalu..

    BalasHapus
  9. Apa pun yg dihadapi ttp cemunguuut ibu.

    BalasHapus
  10. Meski banyak kendala PTM lebih enak kali ya? Kangen tatap muka bu.

    BalasHapus
  11. Kapan sekolah saya mulai PTM, ya? Kangen tatap muka 😪

    BalasHapus
  12. Semoga segera PTM. Kasihan siswa belajar terasa hampa selalu kebingungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bu. Beda sekali hasil belajar daring dan PTM

      Hapus
  13. Wah segera terbayang bertemu siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang bercampur galau. Sepertinya sekarang lebih susah mengajak siswa untuk disiplin

      Hapus
  14. Senengnya yang bisa ketemu siswanya. Rindu dendam terbalaskan dengan tuntas

    BalasHapus

PERJUANGAN

  Salam Cinta Menulis, teman AISEI Writing Club💝 Perjuangan, untuk #Kata Mutiaraku  AISEI Writing Club di hari Jum'at, 28 Mei 2021