Salam Kamis Menulis, Sobat Lage💕
Berbagi tulisan di Kamis Menulis hari ini, Kamis 09 Februari 2023 tema Tokoh Inspirasi
Ibuku Tokoh Inspirasiku
Gambar: pixabay
Dia, wanita biasa, sangat biasa dan sangat sederhana.. Tetapi dia seorang wanita tangguh, pekerja keras, sangat bertanggung jawab. Sebagai orang tua tunggal dengan empat orang anak yang menjadi tanggungjawabnya, membuatnya harus berjuang keras menghadapi tantangan kehidupan. Kerja keras, tidak mudah putus asa, sifatnya yang kukagumi yang menjadi inspirasi bagi diriku dalam mengarungi kehidupan yang terkadang diterpa gelombang, bahkan badai.
Dia, Ibuku, tokoh inspirasiku.
Ibuku, anak bungsu dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan sederhana di salah satu desa wilayah pegunungan Meratus. Sebagaimana kebanyakan penduduk desa itu keluarganya adalah petani. Walupun anak bungsu tetapi dalam kehidupan masyarakat desa sudah biasa jika ibu ikut membanting tulang demi keluarga. Sampai kemudian tiba waktunya, ibu menikah dengan ayahku. Ayahku sopir angkutan truk barang dan ibuku kadang bantu mencari nafkah dengan berjualan pecel. Semasa itu kehidupan kami berkecukupan walaupun sederhana. Tetapi beberapa waktu kemudian keadaan jauh berubah. Semula aku tidak mengerti apa dan mengapa yang terjadi, karena masih kecil. Semakin berjalannya waktu barulah kumengerti mengapa. Kehidupan kami jauh berubah, terutama dari segi ekonomi rumah tangga, terasa semakin sulit. Ternyata penyebabnya adalah ayahku yang seorang sopir menikah lagi. Ibuku tidak terima, dan ia tidak mengijinkan ayah pulang ke rumah. Sejak itulah ibu dapat disebut menjadi orangtua tunggal,dan keadaan ekonomi rumah tangga kami jauh merosot.
Aku merasakan betul bagaimana sulitnya perjuangan ibuku mencari nafkah demi memenhi kebutuhan hidupnya beserta empat orang anak. Demi menjamin kualitas pendidikan anaknya, tidak pernah ia menginginkan anak-anaknya berhenti sekolah. Ibuku, berusaha memenuhi kebutuhan hidup kami dengan berjualan di “Pasar Subuh”. “Pasar Subuh” begitulah semua orang di kota kami memberi nama. Pasar yang dimulai setelah tengah malam dan berakhir kira-kira jam 08.00 pagi. Pasar itu tempat orang berjual beli jajan pasar. Macam-macam kue dijual orang di pasar itu. Kue Apem, Lemang, Untuk-untuk, Ketupat, Kue Lapis, dan segala macam jenis kue tradisional lainnya. Ada juga pecel sayuran yang diberi bumbu kacang tanah. Para pembeli akan berdatangan sejak subuh, mereka membeli bermacam kue untuk dijual kembali di warung di kampung mereka masing-masing. Ibuku salah satu dari pedagang di “Pasar Subuh”. Biasanya Ibu pergi pada jam 01.00 pagi dengan sepeda menuju “Pasar Subuh”. Membawa jualan berupa pecel (rebusan sayuran yang terdiri dari nangka muda, daun singkong, papaya muda, taoge) yang diberi bumbu kacang tanah. Sepulang dari pasar ia bekerja lagi sebagai buruh tani. Terkadang malam harinya ia bikin rempeyek kacang untuk dititipkan di warung dekat sekolah. Pekerjaan inilah yang dia lakukan untuk memenuhi kebutuhan kami. Kami mengalami masa-masa krisis dalam hidup, utamanya krisis ekonomi rumah tangga. Bukan hanya dalam waktu sebentar, tetapi bertahun-tahun kemudian, sampai kakak tertuaku lulus dari Sekolah Pendidikan Guru.
Menceritakan ketangguhan perempuan, kurasa semua mengetahui dan harus mengakuinya. Sungguh sempurna Tuhan menciptakan. Perempuan, sudah menjadi takdirnya adalah individu yang mampu mengerjakan banyak hal sekaligus dalam satu waktu. Menjadi isteri, ibu, sekaligus bekerja membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Seperti diriku saat ini, yang melakoni berbagai peran. Peran sebagai isteri pendamping suami, peran sebagai perempuan yang bekerja, dan peran sebagai pembelajar yang di era milineal kini tidak bisa tidak harus mengikuti perubahan tuntutan zaman. Berbagai peran yang kujalani sekarang ini boleh dikatakan cukup berhasil. Keberhasilan yang tidak dapat kuraih sendiri. Ada pancaran dorongan semangat dari seseorang. Ada do’a yang terucap dari lisan sesorang yang selalu dipanjatkan ke hadhiratNya demi keberhasilanku. Ada sosok panutan yang menjadi tokoh inspirasi bagiku. Sosok yang mewariskan dan membuatku mengerti bagaimana bersabar. Sosok yang menginspirasi dan membuatku mengerti tanggungjawab. Sosok yang memberi inspirasi kemandirian dan kerja keras seorang perempuan. Dialah sosok Ibuku. Bagi orang lain dia bukan siapa-siapa. Dia bukan orang yang berpendidikan tinggi, bukan pula orang yang berada. Bahkan dalam pandangan mata orang lain dia adalah perempuan yang gagal dalam berumahtangga. Tetapi, bagiku dia adalah inspirasi sampai akhir hayatku.
#kamismenulislagerunal#
#tulisankujejakdiriku#
True story yang sangat menyentuh,..ibu memang adalah tokoh yang sangat menginspirasi.
BalasHapusInspiratif pak
BalasHapusTapi sayang tulisannya kurang jelas
Sebuah kisah inspiratif yang membuat terharu.
BalasHapusinspiratif
BalasHapusMemberi inspiratif, terus berkarya.... Kritikan adalah reflexy ntuk lebih baik. Kwantitas akan meningkatkan kwalitas.
BalasHapus